Seni rupa 3 dimensi, atau biasa kita sebut dengan seni rupa 3D, merupakan seni rupa yang dibatasi dengan tiga sisi yaitu sisi panjang, lebar dan tinggi atau dalam pengertiannya yaitu karya seni yang bervolume dan memiliki ruang. Sedangkan seni rupa dua dimensi hanya memiliki dua batas pada setiap sisinya, yaitu panjang dan lebar, yang menjadi pembeda antara seni rupa tiga dan dua dimensi ada di unsur ruang tersebut.
Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Pembuatan karya seni rupa 3 dimensi terbagi menjadi dua bagian, berdasarkan fungsi dan tujuan seni rupa tersebut yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni merupakan karya seni yang tercipta bebas dengan fungsi yang lebih mengutamakan keindahan dari pada fungsional, sebagai kepuasan pandangan mata saja dan biasanya sering digunakan hanya sebagai pajangan atau hiasan. Seni rupa terapan merupakan karya seni yang tidak hanya sebagai pajangan rumah saja, tapi juga berfungsi untuk membantu memenuhi kebututuhan hidupan manusia. Seni rupa terapan lebih mengutamakan nilai kegunaan dibandingkan keindahannya, namun tetap masih harus memperhatikan nilai estetisnya.
Fungsi Seni Rupa 3 Dimensi
Fungsi seni rupa 3 dimensi mencakup berbagai hal. Ada yang hanya berfungsi sebagai hiasan. Ada pula yang punya kegunaan praktis. Berikut penjelasan masing-masing fungsi karya seni rupa 3 dimensi:
1. Hiasan
Karya seni ini dibuat dengan tujuan artistik dan estetis. Contoh seni rupa 3 dimensi yang berfungsi sebagai hiasan adalah guci, patung hiasan rumah, furnitur, gantungan kunci, dan sebagainya.
2. Sarana pembelajaran
Karya seni rupa 3 dimensi dapat difungsikan sebagai sarana pembelajaran. Artinya, melalui karya seni rupa 3 dimensi, seseorang bisa mendapatkan informasi atau pengetahuan terkait suatu hal. Misalnya, melalui patung-patung yang ada di Candi Borobudur kita mengetahui sejarah di balik pembuatannya.
3. Sarana religi
Fungsi ini dapat dilihat dari ornamen-ornamen khas keyakinan tertentu yang menghiasi tempat keagamaan, seperti masjid, gereja, dan pura.
4. Sarana rekreasi
Dalam hal ini, fungsi karya seni rupa 3 dimensi digunakan untuk sarana hiburan. Sebagai misal, kita bertamasya dengan tujuan melepas penat dengan mengunjungi keindahan yang ada di candi-candi dan instalasi-instalasi yang terdapat di sebuah pameran.
5. Sebuah peringatan atau penanda
Fungsi peringatan ini adalah sebuah tanda atau pengingat dari sebuah peristiwa. Fungsi ini didapatkan dari tugu atau prasasti. Contohnya adalah Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember Surabaya, yang berfungsi sebagai pengingat peristiwa 10 Nopember.
Teknik Seni Rupa 3 Dimensi
Daerah-daerah di Indonesia memiliki bahan dan media yang bermacammacam dalam teknik membuat karya seni rupa 3 dimensi, semua berdasarkan lingkungan daerah tersebut. Berikut ini adalah teknik-teknik yang biasa digunakan dalam pembuatan karya seni rupa 3 dimensi:
a. Teknik Aplikasi
Merupakan sebuah karya hias yang digunakan dalam seni menjahit dengan cara menempelkan bermacam-macam kain yang sudah di gunting seperti motif bunga, bintang, boneka dan bentuk lainnya di sebuah kain sebagai hiasan untuk mempercantiknya.
b. Teknik Mozaik
Adalah seni menciptakan gambar dengan menyusun kepingankepingan kecil berwarna dari kaca, batu, atau bahan lain yang bisa digunakan untuk menjadi Mozaik. Seni ini merupakan sebuah teknik dalam seni dekorasi dan juga merupakan aspek dari dekorasi interior.
c. Teknik Merakit
Merupakan sebuah karya seni dengan cara menyambungkan beberapa potongan bahan-bahan. Cara ini bisa disebut dengan merakit, dan rakitan adalah hasil karyanya.
d. Teknik Pahat
Merupakan teknik yang membuat karya seni dengan membuang bahan-bahan yang tidak digunakan. Biasa dibuat menggunakan alat martil, pahat, kikir dan sebagainya.
e. Teknik Cor/Menuang
Merupakan karya seni yang dilakukan dengan cara menuang bahan cair ke sebuah alat cetakkan. Bahan cair yang biasa digunakan terbuat dari semen, karet, logam dan sebagainya.