Ketentuan Pembuatan Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Ketentuan Pembuatan Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Membuat karya seni rupa 3 dimensi dari barang bekas yang ada di rumah. Bahan bisa dari kayu, botol plastik, besi, pipa PVC, kain bekas dan lain-lain. Barang-barang tersebut sudah tidak terpakai. Ketentuan pembuatan karya seni rupa 3 dimensi dari barang bekas sesuai tugas adalah sebagai berikut :

1. Jenis Karya

Karya dapat berupa seni rupa murni (untuk dinikmati nilai estetikanya) maupun seni rupa terapan (memiliki fungsi praktis).

Bentuk karya harus memiliki nilai visual yang menarik, proporsional, dan memiliki potensi untuk diapresiasi atau dipasarkan (marketable).

2. Bahan

Wajib menggunakan bahan yang kokoh dan kuat agar karya tidak mudah rusak.

Tidak diperkenankan menggunakan bahan stik es krim, sendok plastik, maupun sedotan karena dinilai kurang kokoh dan tidak layak pamer.

Boleh memanfaatkan berbagai material lain, baik alami maupun buatan, selama memenuhi standar kekuatan, estetika, dan keamanan.

3. Teknik

Karya boleh dibuat dengan berbagai teknik, antara lain:

  • Pahat/ukir
  • Membentuk/butsir
  • Mencetak/casting
  • Menyambung/las
  • Menempel
  • Menganyam

Kombinasi teknik diperbolehkan untuk mendukung kekuatan dan estetika karya.

4. Kriteria Pamer & Marketable

Layak dipamerkan: karya harus memiliki nilai estetika, komposisi baik, serta penyelesaian akhir yang rapi.

Marketable: karya sebaiknya memiliki potensi untuk dijual atau diapresiasi oleh masyarakat, baik karena fungsinya maupun keunikannya.

Ukuran, bentuk, dan konsep disesuaikan agar menarik secara visual dan sesuai dengan target audiens pameran.

5. Finishing

Finishing harus rapi, bersih, dan presisi.

Warna, tekstur, dan detail harus mendukung tampilan karya sehingga terlihat profesional dan menarik.

Tidak boleh ada bagian yang tajam/berbahaya, mudah lepas, atau unfinished.

Seni Rupa 3 Dimensi

Seni Rupa 3 Dimensi

Seni rupa 3 dimensi, atau biasa kita sebut dengan seni rupa 3D,  merupakan seni rupa yang dibatasi dengan tiga sisi yaitu sisi panjang, lebar dan tinggi atau dalam pengertiannya yaitu karya seni yang bervolume dan memiliki ruang. Sedangkan seni rupa dua dimensi hanya memiliki dua batas pada setiap sisinya, yaitu  panjang dan lebar, yang menjadi pembeda antara seni rupa tiga  dan dua dimensi ada di unsur ruang tersebut.

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Pembuatan karya seni rupa 3 dimensi terbagi menjadi dua bagian, berdasarkan fungsi dan tujuan seni rupa tersebut yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni merupakan karya seni yang tercipta bebas dengan fungsi yang lebih mengutamakan keindahan dari pada fungsional, sebagai kepuasan pandangan mata saja dan biasanya sering digunakan hanya sebagai pajangan atau hiasan. Seni rupa terapan merupakan karya seni yang tidak hanya sebagai pajangan rumah saja, tapi juga berfungsi untuk membantu memenuhi  kebututuhan hidupan manusia. Seni rupa terapan lebih mengutamakan nilai kegunaan dibandingkan keindahannya, namun tetap masih harus memperhatikan nilai estetisnya.

Fungsi Seni Rupa 3 Dimensi

Fungsi seni rupa 3 dimensi mencakup berbagai hal. Ada yang hanya berfungsi sebagai hiasan. Ada pula yang punya kegunaan praktis. Berikut penjelasan masing-masing fungsi karya seni rupa 3 dimensi:

1. Hiasan

Karya seni ini dibuat dengan tujuan artistik dan estetis. Contoh seni rupa 3 dimensi yang berfungsi sebagai hiasan adalah guci, patung hiasan rumah, furnitur, gantungan kunci, dan sebagainya.

2. Sarana pembelajaran

Karya seni rupa 3 dimensi dapat difungsikan sebagai sarana pembelajaran. Artinya, melalui karya seni rupa 3 dimensi, seseorang bisa mendapatkan informasi atau pengetahuan terkait suatu hal. Misalnya, melalui patung-patung yang ada di Candi Borobudur kita mengetahui sejarah di balik pembuatannya.

3. Sarana religi

Fungsi ini dapat dilihat dari ornamen-ornamen khas keyakinan tertentu yang menghiasi tempat keagamaan, seperti masjid, gereja, dan pura.

4. Sarana rekreasi

Dalam hal ini, fungsi karya seni rupa 3 dimensi digunakan untuk sarana hiburan. Sebagai misal, kita bertamasya dengan tujuan melepas penat dengan mengunjungi keindahan yang ada di candi-candi dan instalasi-instalasi yang terdapat di sebuah pameran.

5. Sebuah peringatan atau penanda

Fungsi peringatan ini adalah sebuah tanda atau pengingat dari sebuah peristiwa. Fungsi ini didapatkan dari tugu atau prasasti. Contohnya adalah Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember Surabaya, yang berfungsi sebagai pengingat peristiwa 10 Nopember.

Teknik Seni Rupa 3 Dimensi

Daerah-daerah di Indonesia memiliki bahan dan media yang bermacammacam dalam teknik membuat karya seni rupa 3 dimensi, semua berdasarkan lingkungan daerah tersebut. Berikut ini adalah teknik-teknik yang biasa digunakan dalam pembuatan karya seni rupa 3 dimensi:

a. Teknik Aplikasi  

Merupakan sebuah karya hias yang digunakan dalam seni menjahit dengan cara menempelkan bermacam-macam kain yang sudah di gunting  seperti motif bunga, bintang, boneka dan bentuk lainnya di sebuah kain sebagai hiasan untuk mempercantiknya.

b. Teknik Mozaik 

Adalah seni menciptakan gambar dengan menyusun kepingankepingan kecil berwarna dari kaca, batu, atau bahan lain yang bisa digunakan untuk menjadi Mozaik. Seni ini merupakan sebuah teknik dalam seni dekorasi dan juga merupakan aspek dari dekorasi interior.

c. Teknik Merakit

Merupakan sebuah karya seni dengan cara menyambungkan beberapa potongan bahan-bahan. Cara ini bisa disebut dengan merakit, dan rakitan adalah hasil karyanya.

d. Teknik Pahat

Merupakan teknik yang membuat karya seni dengan membuang bahan-bahan yang tidak digunakan. Biasa dibuat menggunakan alat martil, pahat, kikir dan sebagainya.

e. Teknik Cor/Menuang 

Merupakan karya seni yang dilakukan dengan cara menuang bahan cair ke sebuah alat cetakkan. Bahan cair yang biasa digunakan terbuat dari semen, karet, logam dan sebagainya.

Copyright © 2026 Kelas Belajar